Kamis, 23 Juli 2009

Profil Siswa : Sukma

TIDAK MENGHERANKAN JIKA SMAN 1 PASURUAN BERISI SISWA & SISWI
YANG MEMPUNYAI SEGUDANG PRESTASI. SATU DARI BERJUTA BINTANG
ITU BERNAMA SUKMA RANGGA NURSOKHI. SISWA ASAL SMPN 2 GRATI,
YANG SEKARANG DUDUK DI KELAS SEPUTIH (X-3) INI, MEMILIKI
SEJUMLAH BAKAT YANG MUNGKIN ORANG LAIN TIDAK MEMPUNYAI. DIA
PANDAI MEMAINKAN BERBAGAI MACAM LAGU DENGAN GITAR, BAHKAN
DENGAN POSISI GITAR YANG BERUBAH-UBAH (TIDAK SEPERTI BIASANYA).
PANTOMIM, JUGA BAKATNYA UNTUK MELAWAK (MUNGKIN KARENA
TIDAK PUNYA MALU) YANG MEMBUAT ORANG-ORANG DI SEKITARNYA
SELALU TERTAWA TERBAHAK-BAHAK. SISWA YANG MENGIKUTI EKSKUL
FUTSAL INI TERNYATA JUGA MENGUASAI BAHASA INGGRIS DENGAN
BAIK. GITARIS “THE JIMSON” INI BERSAMA BANDNYA JUGA BERHASIL
MERAIH JUARA II DALAM ACARA FESTIVAL BAND PELAJAR 2009 YANG
DIADAKAN OLEH OSIS SMASA DAN YANG MEMBUAT MEREKA BISA
BERKESEMPATAN UNTUK MENGISI ACARA SMASA AWARDS.

Apa sih yang membuatmu ingin masuk
SMAN 1 Pasuruan ?
Emm…karena saya ingin meneruskan ke kota dan
kata orang tua saya, di kota itu mudah mencari
informasi tentang perkuliahan.
Bagaimana pendapatmu tentang SMAN 1
Pasuruan sebelum dan sesudah bersekolah
disini ?
Sebelum masuk SMASA, saya beranggapan
SMASA itu citranya bagus, banyak anak-anak
berprestasi. Dan setelah saya masuk disini,
ternyata memang kenyataannya seperti itu. Yang
saya pikirkan benar-benar nyata.
Bisa ceritakan sedikit donk buat temanteman
spectra tentang pengalamanmu yang
paling menarik saat bersekolah di SMASA ?
HaHaHa……yang paling menarik ya saya
pertama kali mendapat pacar di SMASA ini.
Prestasi apa saja yang pernah kamu raih
selama ini ?
SD : ~ Pantomim juara I se-kab Pasuruan
~ Menyanyi juara II se-kab Pasuruan
~ Teater juara II se-kab Pasuruan
~ Pildacil juara II se-kab Pasuruan
~ Pantomim juara harapan I se-Jatim
~ Kontes Drum juara harapan II se-Jatim
SMP : - Siswa Berprestasi juara I se-kab Pasuruan
- Lomba Membaca Puisi Jawa (Geguritan)
juara I se-kab Pasuruan
- Teater juara III se-kab Pasuruan
- English Speech Contest juara harapan I
se-kab Pasuruan
- Lomba Baca Cerita Cekak juara harapan
II se-kab Pasuruan
SMA : ~ Lomba Festival Band juara II tingkat
pelajar sekota & kabupaten Pasuruan
Dengan berbagai kelebihan dalam
dirimu, apakah ada keyakinan dalam
d i r imu u n t u k b i s a s ema k i n
membangkitkan nama SMASA ?
Insya Allah yakin, asalkan saya selalu
mendapat support dari teman-teman dan
guru saya.
Bagaimana perasaanmu mendapat
kesempatan untuk mengisi acara SMASA
AWARDS karena telah menjadi juara II di
Festival Band SMASA ?
Tentu saja sangat senang donk! Karena saya
bisa berpartisipasi dalam memeriahkan
event sebesar itu.
Bagaimana sih awal mulanya The
Jimson ini terbentuk ?
Sebenarnya The Jimson (Lanang Satioaji-XI IS
2 SMASA – Vokal, Sukma Rangga N – X 3
SMASA – Gitar, Sukma Candra H.-XI IA 2
SMAPA – Gitar, Jefri Aria (Kewel)-XI Bastra
SMAPA – Bass, Widjiono-XII Bastra
SMANEGRA – Drum) itu band dadakan
turunan dari kakak seperguruannya, yaitu
The Sukma (Sukma Krisna-Gitar, Sukma
Candra-Bass & Vokal, Sukma Rangga-Gitar &
Vokal, Widjiono-Drum). Kami memang
sengaja merekrut anak SMAN 4 Pasuruan
dalam band kami. Hal itu bertujuan untuk menjalin hubungan antara SMAN 1 Pasuruan
dan SMAN 4 Pasuruan agar senantiasa hidup
harmonis & damai. Sehingga antara siswa-siswi
SMASA dan SMAPA tidak terjadi tawuran antar
pelajar. Peace bro…..! Ajib ta………??!
O iya..kenapa The Jimson memakai baju
batik kalau lagi manggung ?
Kami sengaja pakai kostum batik tak lain tujuan
kami adalah untuk melestarikan budaya Djawa,
meskipun lagu kami dari luar negeri tetapi kami
masih setia memakai pakaian batik. Di balik itu
visi dan misi kami berpakaian batik adalah
bertujuan agar para begundal-begundal dapat
berjiwa lembut. Lagu boleh keras, nge-rock,
metal, dan lain-lain tapi hati tetap lembut,
tentram dan damai sehingga penontonnya pun
bisa terhindar dari yang namanya tawuran. Piss
bro…! ajib ta…?
Apa kamu sudah bangga atas kelebihan
yang kamu miliki ?
Ya otomatis bangga donk! Karena dengan
segala kelebihan yang saya miliki saya dapat
membuat orang tua saya bangga pada saya.
Prinsip dalam hidup saya “Saya tidak ingin
kehormatan, tapi saya ingin sekolah yang terhormat”. Jadi saya yo wis ngene iki…tapi
saya selalu berusaha semaksimal mungkin
untuk mengharumkan almamater sekolah
saya dengan segala kemampuan saya.
Apa kamu punya kiat-kiat khusus untuk
dapat membangki tkan semangat
belajarmu?
Sebenarnya saya tidak punya kiat-kiat khusus
untuk membangkitkan semangat belajar.
Biasanya saya mendengar alunan musik kalau
sedang belajar. Cara ini sedikit membantu
saya untuk membangkitkan semangat belajar.
Apalagi pas lagi nggak mood, alunan lembut
musik metal ala Dream Theater, Bullet for My
Valentine, dan Breaking Benjamin dapat
membantu membangkitkan semangat
belajarku. Mungkin itu kiat-kiatku untuk
belajar.
Mengingat tema masis kita, apa
harapanmu untuk tahun ajaran baru di
SMASA?
Saya berharap seperti pasar. Rame-rame
mengajak anak bangsa mengembangkan
potensi-potensi yang positif, menuju ke depan
yang lebih maju. Sehingga walaupun kami tak
ingin dihormati tapi SMASA tetap terhormat.
Ajib ta??
“Mugi-mugi siswa/i SMAN 1 Pasuruan tansah
pinaringan seger waras,panjang umur, kuat,
slamet lan lancer rejekine. Pinaringan
pengayoman saking gusti Allah”.
Amin

Punk

Hi guys!!! Kalian uda tau belum “All about punk?”
but, tau gag sich apa n gimana punk itu?? OK…
maybe a lot of us sudah tahu kalo sekarang lagi
musimnya rambut di Mowhak or Spike..
Sekarang kita liat yuukkzz seputar infonya!!!
Pasti ada dech perasaan “KEDER” atau risih saat
kita menjumpai komunitas PUNK di jalan2 (hiii
ngeri..!). perasaan itu nggak akan muncul dari
kebiasaan mereka yang selalu bergerombol tetapi
juga karena penampilannya yang korak2 n funky
abis.
Nah sekarang, Apa sih PUNKER itu? Punk's
berasal dari kaum underground. Istilah
underground sendiri identik dengan semangat
anti kemapanan atau hidup berlebih. Nggak sama
apa yang sudah ada, khususnya dengan ideology
kapitalisme.
Menurut sejarahnya kalangan underground
(Punker's) terlahir dari ketidakmampuan anak
muda di kelas buruh terhadap pemerintahan di
London. Mereka merasa kalau tindakan
kapitalisme adalah tindakan eksploitasi terhadap
kaum proletar. Bahasa gampangnya, bersenangsenang
di atas penderitaan orang lain. Mereka
(underground) menganggap dirinya sebagai
golongan yang tersingkir karena tekanan social dan ekonomi.
Dan tau gak,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,ternyata PuNkErS
juga punya ideology lohhh!!! bahkan untuk
menyebarkan ideologinya tak segan-segan
mereka nyiptain bulletin atau majalah, dan
j u g a p r o d u k - p r o d u k a k s e s o r i s ,
hairstyle,pakaian,bahkan juga aliran musik
PuNk.
Underground bersemboyan “DO IT WHAT U
WANT , DO IT WHAT U NEED'. Eitss . . . .
,ternyata nggak semua PUNKERS MENGERTI
ATAU MENGAMALKAN IDEOLOGI TERSEBUT.
Kalian juga mereka yang hanya sekedar
meniru gaya rambut, model celana, accecoris,
sepatu……. Bahkan yang lebih celakanya jika
kalian meniru habits yang nongkrong dan
tawuran. Yang paling ngehebohin lagi model
rambut dan accecoris PUNK saat ini menjadi
tren dikalangan kita.
PuNk Is DeAd ??
Gambaran-gambaran bahwa punk is death
sepertinya perlu ditambah. Bolehkah kita
kampanyekan PUNK must die ? menurut saya
ya, why not? Sebab kaum PUNK boleh dibilang
sudah menyimpang dari yang namanya
AGAMA.

Direktori Alumni : Immanuel Hutasoit

Uda gak diraguin lagi kalau SMAN 1 Pasuruan
memang mencetak lulusan yang handal
menjadi penyiar baik di Pasuruan maupun luar
Pasuruan, salah satunya ialah Immanuel
Hutasoit yang akrab dipanggil Noel, alumni
tahun 2003 yang kini menjadi penyiar di Istara
FM Surabaya dan vokalis Riviera Band, Juara III
A-Mild Live Wanted Nasional 2007.

“Surabaya's number one hits music station,
selamat malam arek suroboyo, kali ini One on
One ditemani oleh Noel jadi jangan kemanamana.”
begitu sapaan khas Noel dalam
opening salah satu program siarannya. Pria
kelahiran Surabaya, 28 Oktober ini merupakan
salah satu lulusan SMASA tercinta kita dari
jurusan IPA yang masih kangen dengan SMASA.
“SMASA itu beda, yang membuat beda
ya pengajarnya, pengajarnya itu guru- guru
senior yang berpengalaman dalam mengajar.
Jadi dalam akademik, SMASA gak pernah kalah
lah!” tutur pria lulusan Akuntansi Unair ini.
“ Banyak guru yang gak bisa aku
lupakan, karena aku kan nakal semasa SMA,
jadi guru yang biasa bela aku seperti bu Ema, bu
Hesty, bu Prapti, dan bu Susi, dan kalau pak
Hasan itu selalu bikin soal matematika yang
bikin aku gak bisa ngerjakan, dan ungkapan
beliau yang aku kenang ya waktu dia bilang, El
el, pacaran tok ae dhek kelas.” Sambungnya
sambil mempersiapkan playlist siaran.
Sejak SMA, Noel sudah tertarik di dunia
band, sejak SMA dia membentuk band
bernama SMUSA Band. Band ini terdiri atas
empat personel, dan sering menjawari festival –
festival band di Pasuruan. Siapa menyangka
kini, di Surabaya, Band yang dibentuknya
semasa kuliah yang bernama Riviera
menjawarai A-Mild Live Wanted 2007, dan
lagunya masuk dalam album kompilasi dengan
D'Masiv.S ekitar tahun 2005, pria yang
sebelumnya tidak terlalu menyukai siaran ini
tidak menyangka kalau radio emang jodohnya.
Pertama kali siaran di EBS FM membuat dirinya
banyak belajar di dunia broadcast. Ada pula
pengalaman yang tak terlupakan, yakni dia
disuruh mengucapkan lima puluh kali call
station EBS secara on air di siang bolong.
Setelah berguru di EBS, Noel ingin
mengembangkan ilmunya dan membuatnya hijrah ke ISTARA sampai sekarang. Sejak 2008
Noel membawakan program “ one on one” yang
semakin melejitkan namanya di dunia broadcast.
Dalam ngeband, karirnya pun cukup
cemerlang. Mengikuti A-Mild Live Wanted
membuat nama Noel makin melejit. Setelah
menjadi Juara I di regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Band yang digawanginya,
Riviera melanjutkan perjalanan ke Jakarta untuk
babak final dan melawan D'Masiv. Namun
ternyata Tuhan berkehendak lain, Riviera hanya
mendapatkan Juara III Nasional, Riviera harus
mengakui kedigdayaan D'Masiv. Usai ajang itu,
Riviera mendapatkan kontrak label selama satu
tahun dengan Musica Studio, namun hingga
akhir masa kontrak, label tersebut tidak
mengeluarkan satu album pun untuk Riviera.
“SMASA memang terbaik dalam bidang
akademik, apalagi dalam pendidikan moral. Jika
dibanding SMA –SMA lain di Surabaya, SMASA
memiliki pengajaran moral yang luar biasa. Buat
band – band SMASA terus berjuang buktikan
kamu yang terbaik! Buat sobat spectra jangan
takut meneruskan pendidikan di Surabaya,
peluang masih terbuka lebar. Banyak alumni
SMASA sukses setelah menempuh pendidikan di
Surabaya. Buat SMASA aku berharap, SMASA
lebih fleksibel, guru – guru bisa menjadi teman
curhat murid.” Ucapnya menutup wawancara.
(dan)

MALATAHES

Minggu 15 Maret 2009 lalu, komunitas peduli
lingkungan sebut saja Malatahes (Alam sehat,
red) yang terdiri dari anggota berbagai OPA
(Organisasi Pecinta Alam) se-Kota dan
Kabupaten Pasuruan mengadakan kegiatan
tanam seribu pohon di Kecamatan Puspo,
Kabupaten Pasuruan. Pada sabtu 14 Maret
2009, sekitar 87 orang peserta kegiatan ini
termasuk juga OPA dari Kabupaten Sidoarjo dan
Cokropati Kabupaten Blitar turut berpartisipasi
dan mendengar pengarahan dari koordinator
mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan
keesokan harinya tersebut, kemudian para
peserta bermalam di sebuah Pondok milik H.
Makrus penduduk dusun Gondosuli Kecamatan
Puspo.
Dengan rasa kebersamaan dan tekad hati yang
kuat untuk mencegah terjadinya bencana lagi
seperti banjir bandang 30 Januari 2008 lalu di
Kota dan Kabupaten Pasuruan, sebanyak seribu
bibit tersebar di pinggiran jalan Kecamatan Puspo sepanjang kurang lebih 15 km oleh para
peserta dalam waktu 6 jam. Setelah itu seorang
anggota Kepolisian dari Polsek Puspo
mengajak para peserta berkeliling daerah
Puspo dan menyapa para penduduk yang
berbaik hati membagi hasil kebun mereka
seperti buah jambu dan rambutan. Tentu saja
para peserta sangat senang setelah letih
karena setiap peserta mendapat jatah 10 buah
bibit untuk ditanam dalam kegiatan tanam
seribu pohon tersebut.
Walaupun secara resmi Malatahes belum
diakui sebagai sebuah organisasi, tapi
berangkat dari kebutuhan bersama agar
lingkungan Pasuruan kondusif, akhirnya pada
tanggal 21 Desember 2008 Malatahes
diikrarkan. Tidak berhenti sampai disini,
komunitas Malatahes juga telah memiliki
rencana program kerja berupa kegiatankegiatan
kecil yang besar maknanya. Apakah
itu membersihkan sampah-sampah di
sepanjang jalan Pasuruan, atau membersihkan
kali-kali di Pasuruan? Kita tunggu saja aksi
Malatahes dalam rangka melestarikan alam
dan menjaga lingkungan Pasuruan tercinta ini
agar tetap kondusif.(psp)

Profil Guru: Drs. Fauzan Suryantara, M.M.

Apa saja kesibukan bapak?
Kesibukan saya adalah mengajar kelas XII IA,
mengerjakan tugas yang berhubungan dengan
kesiswaan, menjadi pengelola LPP IYI serta
mengadakan pelatihan IPTEK guru-guru.
Bagaimana awal mula bapak bisa menjadi
seorang pengajar?
Sejak SMA saya ini senang mengajar teman
sebaya. Awalnya mengajar s tudy c las s ,
mengajar wajib Bahasa Inggris. Kemudian
mengajar di Smasa sejak tahun 1987, waktu itu
sudah mengajar di Surabaya, jadi tidak ada
masalah.
Adakah kesulitan yang dialami selama
mengajar di Smasa?
Untuk mur id-mur idnya t idak ada, Kalau
fasilitasnya, yaitu Smasa belum memiliki Lab.
Bahasa. Jika dibandingkan dengan sekolah lain
di kota Pasuruan, fasilitas di Smasa sudah
bagus. Namun, jika dibandingkan dengan
sekolah diluar kota, fasilitas Smasa tertinggal
jauh.
Menurut bapak, bagaimana kemampuan
bahasa Inggris siswa Smasa?
Kemampuannya cukup. Untuk lomba di kota
Pasuruan, Smasa harus puas dengan nomor 2.
S e d a n g k a n d i t i n g k a t Ko t a /Ka b u p a t e n
Pasuruan, Smasa masih bisa juara 1 dan 2, tapi untuk kompetisi di Surabaya dan Malang sulit
untuk bi sa juara. Usaha meningkatkan
kemampuan berbahasa Inggris di Smasa
adalah dengan mengadakan kompet i s i
internal kelas seperti News reading contest.
Dengan target siswa/siswi kelas X dan XI. Selain
itu juga diadakan English Day setiap hari
jum'at.
Bagaimana dengan tingkat kedisiplinan
di Smasa?
Secara umum cukup baik, namun ada juga
kurangnya. Sebagai contoh, tembok sebelah
tangga di samping kelas X-4 ada tulisan “Malu
Karena Tidak Berprestasi”, ada yang mencoret
kata “Tidak”, sehingga menjadi “Malu Karena
Berprestasi”.
Apa harapan Bapak untuk Smasa ke
depan?
Siswa dan siswi Smasa lebih kompetitif, lebih
berprestasi, kalau bisa ditingkatkan lebih
tinggi.
Terakhir, bagaimana pendapat Bapak
mengenai The Diamond school of Smasa di
tahun ajaran baru ini?
Seperti moto sekolah, walaupun sekolah kita
kec i l namun bermanfaat sehingga bi sa
mengharumkan nama baik Pasuruan.

English Corner

Morning, I'm going to a white place where people call it hospital. Oh God, how
long it should happen? How can I strong standing beside her soft bed to see my girl
breaths but never open her eyes anymore…
My princess..
What did you think when we were talking?
What did you feel when we were looking each other?
What did you want when we were silent?
I just want you to know that my heart hurts…
When you just silent without tell anything
My heart was burdened..
I want to show this feel, but I can't…
It's too hard, It's too difficult for me…
In fact, However you hurt me, you always in my mind..
You always in my dreams when I sleep
What should I do, girl?
Should I forget you? And trying to go?
Should I beside you?
I'm trying to hold on, but I can't..
Because I don't know what do you feel now?
You just silent, silent, and silent..
Whatever you want, I will always save this feel..
I will always take care of you.. Because I'm in luv with you..
***
Hy birds, keep your warbles eacho on this cemetery.. Then take her fly to a
beautiful place… Although she was a betrayer love, now I can smile because of this
letter. A letter which she gave me when she was going to leave me forever….
A Glow…
When the sun was hiding and changed by the stars
I felt that the weather so cold and painful
Silence around me too…
But when you're standing beside me
I can see you're trying to hold my hand
You're walking to accompany me
You caught my tears on my cheek
And gave a nice smile that had much means
You came to me like a glow, bright my empty night, and saved my worn
out life
That decorated with luv…
Thanks my dearest person..
You've given me much happiness
A happiness that never ending.. till I'm in heaven. (deN_p)

Kedisplinan

Siang hari di bulan April 2009 lalu, sepulang
sekolah aku berharap cepat untuk sampai di
rumah karena matahari begitu menyengat.
Namun aku harus bersabar menghadapi jalanan
yang macet karena kampanye terbuka yang
dilakukan oleh sebuah partai hijau. Kulihat sosok
pria paruh baya berseragam abu-abu dengan
rompi hijau dan peluit hitam di mulutnya, berdiri
di tengah jalan yang ramai dan bising. Bunyi
peluit dan gerak-gerik tangan kanannya saling
bekerjasama memberi isyarat pada para
pengguna jalan. Dibawah sinar matahari yang
makin beringas, kenapa tidak terpikir sama sekali
olehnya untuk berteduh sebentar dipinggir jalan,
melainkan hanya telapak tangan kiri yang
mengenggam sehelai sapu tangan biru sesekali
mengusap keringat di wajah yang terlihat legam
namun penuh semangat itu.
Tiba-tiba aku teringat sebuah kejadian 5 tahun
silam, ketika aku menyaksikan konser Peterpan di
lapangan Wijaya. Di pintu masuk terjadi
kekacauan karena ulah para penonton nakal
yang mencoba menerobos masuk tanpa membeli
tiket seharga sepuluh ribu rupiah saja . Terjadi
aksi dorong-dorongan dan baku hantam antara
aparat Kepolisian dengan penonton nakal dan
penonton lain yang menjadi korban aksi saling
dorong itu. Aku berada ditengah-tengah mereka,
nyaris tidak bisa merasakan tubuhku sendiri
karena sangat ribut dan pengap. Tiba-tiba
seorang Polisi menyelamatkan dan membawaku
ke tempat yang aman, kulihat kepalanya terluka
oleh hantaman bambu dari penonton nakal
ketika polisi itu sedang melindungiku tadi. Belum
sempat kuucapkan terimakasih ia bergegas
kembali menuju keramaian mungkin untuk
menyelamatkan korban lain.
Aku benar-benar terenyuh melihat pengabdian mereka si penegak hukum yang selalu
member ikan pelayanan terbaik, yang
melaksanakan tugasnya tanpa letih sebagai
pengayom masyarakat. Bayangkan saja jika
tidak ada mereka, siapa yang akan menegakkan
hukum di negeri ini, siapa yang melindungi dan
menjaga hak asasi, siapa yang mengatur lalu
lintas, siapa yang memberi rasa aman untuk kita
saat sedang asyik menikmati sebuah konser
musik? Jika tidak ada Polisi mungkin tidak akan
ada program-program berita di televisi karena
tidak akan ada satu kasus pun yang terungkap.